UNDAAN TENGAH, KUDUS –
Komitmen menghadirkan pendidikan yang humanis, ramah, dan penuh kasih sayang
terus diwujudkan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Kudus. Salah satunya
melalui partisipasi dalam Survei Nasional SAHABAT KBC (Sistem Analisis Humanis
Berbasis Transparansi Kurikulum Berbasis Cinta) Tahun 2026 yang dilaksanakan
pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Laboratorium Komputer madrasah.
Kegiatan ini merupakan bagian
dari upaya Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memetakan dan
mengevaluasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah seluruh
Indonesia. Melalui survei ini, diharapkan diperoleh gambaran mengenai penerapan
nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di
lingkungan madrasah.
Pelaksanaan survei di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah melibatkan sepuluh responden yang terdiri atas satu guru dan sembilan murid. Responden dari unsur guru adalah Ibu Hj. Umu Kulsum, S.Pd.I., sedangkan sembilan murid berasal dari kelas V dan VI.
Perwakilan kelas VI terdiri atas Husnul
Fauzi Arifullah, Nava Azzahwa, Alfiyan Rizqi Fidzil, dan Adiva Tri Myesha.
Sementara itu, perwakilan kelas V adalah Rasyid Izzudin, Vanessa Anggrita
Sari, Ardila Dhavita Zahra, Nada Fajria Anindya, dan Adeeva Afsin Myesa.
Pengisian kuesioner dimulai pukul
10.00 WIB dengan pendampingan teknis dari Admin Madrasah SAHABAT KBC, Bapak
Suwandi, S.Pd.I. Seluruh responden mengikuti tahapan survei dengan tertib
hingga berhasil mengirimkan jawaban akhir (submission) ke server pusat.
Berdasarkan Berita Acara Pengisian Survei Nomor 069/BPPM.NU/MI.NU.MF/X/2026, seluruh responden hadir dan menyelesaikan pengisian survei tanpa kendala teknis. Dengan demikian, pelaksanaan survei di madrasah ini mencapai tingkat penyelesaian 100 persen.
Kurikulum Berbasis Cinta
mengedepankan lima pilar utama, yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu,
cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.
Kelima pilar tersebut menjadi
pengingat bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan peserta didik
secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan
membiasakan perilaku terpuji. Nilai-nilai cinta diharapkan hadir melalui keteladanan
guru, sikap saling menghormati, kepedulian terhadap lingkungan, serta suasana
belajar yang aman dan menyenangkan.
Bagi MI NU Miftahul Falah Undaan
Tengah, keikutsertaan dalam survei ini menjadi kesempatan untuk melakukan
refleksi dan terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan agar semakin dekat
dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Bapak Ahmad Yunus, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh responden dan pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Beliau berharap hasil evaluasi melalui SAHABAT KBC dapat menjadi pijakan bagi madrasah untuk terus menguatkan budaya pendidikan yang ramah, transparan, inklusif, dan penuh kasih sayang.
Sebagai madrasah berakreditasi A
(Unggul), MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah berkomitmen untuk terus
meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya melalui pencapaian akademik, tetapi
juga melalui pembentukan akhlak dan karakter peserta didik.
Tuntasnya pelaksanaan Survei
Nasional SAHABAT KBC 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung
penguatan Kurikulum Berbasis Cinta. Harapannya, madrasah semakin mampu menjadi
tempat bagi anak-anak untuk belajar dengan nyaman, bertumbuh dengan bahagia,
dan mengembangkan potensi diri dalam lingkungan yang penuh kepedulian.
Sebab, pendidikan yang baik bukan hanya mengantarkan anak menjadi cerdas, tetapi juga membimbing mereka menjadi manusia yang berakhlak mulia dan membawa kebaikan bagi sesama.


.jpeg)