KUDUS — Di tengah arus digitalisasi dunia pendidikan yang kian bergerak cepat, tuntutan bagi seorang pendidik untuk terus berbenah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak. Semangat inilah yang terpancar nyata dari jajaran guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Miftahul Falah. Menyadari bahwa kualitas madrasah sangat bergantung pada kompetensi para pengajarnya, seluruh elemen pendidik—mulai dari guru kelas bawah, kelas tinggi, hingga guru mata pelajaran khusus seperti PAI dan PJOK—turut ambil bagian secara aktif dalam Rangkaian Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Modul Ajar dan Asesmen Sumatif.
Agenda peningkatan mutu yang digagas oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan ini dirancang secara terstruktur dan masif. Kegiatan tidak hanya dipusatkan di satu titik, melainkan disebar ke berbagai madrasah tuan rumah di wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Partisipasi menyeluruh dari MI NU Miftahul Falah dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) ini menegaskan komitmen kuat madrasah untuk menyelaraskan tata kelola administrasi pembelajaran dengan standar kurikulum terkini, sekaligus membekali diri menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.
![]() |
Ada sebuah adagium universal yang selalu relevan dalam dunia pendidikan: “Ajarlah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Pesan inilah yang menjadi ruh utama dalam pelaksanaan workshop tersebut, dan ditekankan dengan tegas oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., saat hadir sebagai narasumber utama.
Di hadapan puluhan guru yang memadati ruang kegiatan, H. Noor Yadi mengingatkan bahwa karakter peserta didik masa kini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, para pendidik di lingkungan madrasah mutlak harus melek teknologi dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Penyusunan administrasi, perangkat pembelajaran, hingga instrumen evaluasi saat ini wajib memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (IT). Tujuannya jelas, agar proses pembelajaran di dalam kelas menjadi jauh lebih efektif, efisien, dan benar-benar relevan dengan gaya belajar peserta didik modern," ungkap H. Noor Yadi dalam pemaparan materinya yang interaktif dan memotivasi.
Dorongan transformatif tersebut disambut antusias oleh para guru MI NU Miftahul Falah. Jauh sebelum acara dimulai, para guru dari berbagai jenjang telah mempersiapkan diri secara total. Mereka tidak hanya datang untuk mendengarkan teori, melainkan membawa perangkat laptop masing-masing, modem internet pribadi, serta draf dokumen pembelajaran untuk langsung dipraktikkan dan disempurnakan di tempat.
Suasana di dalam ruang workshop jauh dari kesan kaku. Forum KKG ini dioptimalkan sebagai ruang komunikasi dua arah yang cair, dinamis, dan penuh kekeluargaan. Para guru tidak hanya menerima materi secara pasif, melainkan aktif berdiskusi, bertukar pikiran, serta berbagi pengalaman (take and give) mengenai kendala nyata yang sering mereka temui di ruang kelas masing-masing.
Pendampingan intensif yang diberikan oleh narasumber memastikan setiap peserta mampu merampungkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan standar operasional kurikulum merdeka. Sinergi lintas madrasah ini juga mempererat tali silaturahmi antar-pendidik se-Kecamatan Undaan, menciptakan ekosistem kolaboratif yang sehat untuk kemajuan pendidikan dasar Islam di wilayah tersebut.
Adapun pelaksanaan rangkaian pembinaan kompetensi oleh KKMI Undaan ini dijadwalkan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas dan mata pelajaran sebagai berikut:
Guru PAI dan PJOK: Senin, 10 Agustus 2026 bertempat di MI Darul Hikam Kalirejo.
Guru Kelas 5 dan 6: Selasa, 11 Agustus 2026 bertempat di MI NU Mawaqi'ul Ulum Medini.
Guru Kelas 3 dan 4: Kamis, 13 Agustus 2026 bertempat di MI Roudlotut Tholibin Sambung.
Guru Kelas 1 dan 2: Selasa, 18 Agustus 2026 bertempat di MI NU Hidayatul Mubtadiin Undaan Kidul.
Rangkaian panjang workshop ini kini telah memberikan buah manis bagi para peserta. Dengan selesainya kegiatan tersebut, para guru MI NU Miftahul Falah kembali ke madrasah dengan membawa segudang wawasan baru, keterampilan digital yang terasah, serta seperangkat modul ajar dan asesmen sumatif yang siap diaplikasikan langsung dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Langkah progresif ini diyakini akan memberikan multiplier effect yang luar biasa. Tidak hanya merapikan tata kelola administrasi akademik madrasah secara menyeluruh, tetapi yang terpenting adalah mampu menghadirkan suasana kelas yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi para peserta didik. Melalui semangat kebersamaan dan adaptasi teknologi ini, MI NU Miftahul Falah kian mantap melangkah untuk mencetak generasi bangsa yang unggul, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


