Undaan – Komitmen untuk
terus meningkatkan kualitas pendidikan diwujudkan oleh guru-guru MI NU Miftahul
Falah Undaan Tengah melalui partisipasi aktif dalam Bimbingan Teknis
(BIMTEK) Penyusunan Dokumen Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 yang
diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan
Undaan pada Rabu–Kamis, 8–9 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di RM.
Wetan Tanggul, Medini, Undaan, Kudus ini menjadi langkah strategis dalam
mempersiapkan implementasi kurikulum madrasah yang selaras dengan regulasi
terbaru dari Kementerian Agama.
Hari pertama BIMTEK difokuskan
pada pembahasan Dokumen I Kurikulum Madrasah. Pada sesi ini, MI NU
Miftahul Falah Undaan Tengah diwakili oleh Kepala Madrasah, Bapak Ahmad
Yunus, S.Pd.I., M.Pd., didampingi Ibu Dina Yuliana Afriani, S.Pd.
serta Bapak Suwandi, S.Pd.I. selaku Tata Usaha dan Admin Madrasah.
Materi disampaikan oleh Bapak H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan. Menariknya, sebelum memasuki pembahasan teknis penyusunan kurikulum, beliau mengajak seluruh peserta untuk melakukan tajdidun niyyah atau memperbarui niat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Menurut beliau, menjadi guru
merupakan amanah sekaligus nikmat yang patut disyukuri. Di tengah banyaknya
lulusan sarjana yang belum mendapatkan kesempatan mengajar, seorang guru telah
diberikan kepercayaan untuk mendidik generasi penerus bangsa. Oleh karena itu,
setiap langkah pengabdian hendaknya selalu diawali dengan niat yang tulus
karena Allah SWT.
Dalam penyampaian yang penuh
makna, beliau juga mengenang pesan yang diterimanya ketika pertama kali diminta
mengajar di sebuah madrasah. Saat itu, Ketua Yayasan berpesan, "Di
madrasah memang untuk hidmah mengabdi. Kalau kepengin uang banyak jangan jadi guru,
tapi jadi pengusaha." Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mengajar
di madrasah bukan semata-mata profesi, melainkan bentuk pengabdian yang
memiliki nilai ibadah.
Beliau menegaskan bahwa ibadah
tidak hanya terbatas pada ibadah mahdhah seperti salat dan puasa. Mengikuti
kegiatan BIMTEK, meningkatkan kompetensi, menyusun kurikulum, hingga berupaya
memajukan madrasah juga merupakan bagian dari ibadah apabila diniatkan untuk
memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
Setelah sesi motivasi tersebut,
kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai regulasi penyusunan Dokumen
I Kurikulum Madrasah. Para peserta memperoleh penguatan terkait dasar
hukum, sistematika penyusunan, komponen kurikulum, serta berbagai penyesuaian
yang harus diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Memasuki hari kedua, Kamis
(9/7/2026), fokus kegiatan beralih pada penyusunan Dokumen II Kurikulum
Madrasah yang memuat administrasi pembelajaran guru. Pada sesi ini, MI NU
Miftahul Falah Undaan Tengah menugaskan guru sesuai jenjang fase pembelajaran,
yaitu Ibu Chusnul Inayah, S.Pd. sebagai perwakilan Fase A, Bapak
Suparno, S.Pd.I. untuk Fase B, Bapak Sriyanto, S.Pd. untuk Fase C,
serta Ibu Farichatul Yani, S.Pd.I. sebagai perwakilan guru mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Melalui pendampingan narasumber,
para peserta menyusun berbagai perangkat administrasi pembelajaran yang akan
menjadi bagian dari Dokumen II Kurikulum Madrasah. Proses ini diharapkan
menghasilkan dokumen yang sistematis, sesuai regulasi, serta mampu menjadi
pedoman pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan bermutu.
Partisipasi guru-guru MI NU
Miftahul Falah Undaan Tengah dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh KKMI
Kecamatan Undaan ini merupakan bentuk nyata komitmen madrasah dalam
meningkatkan profesionalisme pendidik. Tidak hanya memperkuat pemahaman
terhadap kebijakan kurikulum terbaru, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi
bahwa setiap ikhtiar untuk belajar, berbenah, dan memajukan madrasah merupakan
bagian dari pengabdian kepada dunia pendidikan.
Dengan semangat tajdidun
niyyah, diharapkan seluruh hasil BIMTEK dapat diimplementasikan secara
optimal dalam penyusunan Dokumen I dan Dokumen II Kurikulum Madrasah Tahun
Ajaran 2026/2027, sehingga mampu mendukung terwujudnya pembelajaran yang
berkualitas, berkarakter, dan berpihak pada perkembangan peserta didik.
