Kegiatan Bimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 ini menjadi tonggak penting bagi para guru kelas 3, 4, dan guru olahraga (PJOK). Di sinilah kami belajar bahwa kebijakan terbaru dari Kementerian Agama bukan sekadar soal tumpukan berkas administrasi, tapi soal bagaimana mengubah wajah madrasah menjadi lebih manusiawi.
H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Pengawas Madrasah, berhasil mencairkan suasana sesi pertama dengan paparan yang mendalam. Beliau mengingatkan kita semua bahwa indikator keberhasilan madrasah saat ini telah bergeser.
"Madrasah itu harus jadi rumah kedua," tegas beliau. Beliau membedah tiga poin besar yang menjadi ruh dari kurikulum ini:
Cinta pada Lingkungan: Mengajarkan anak-anak bahwa memungut sampah atau hemat energi adalah bagian dari syukur dan ibadah.
Cinta pada Sesama: Menghapus rasa takut di sekolah. Tidak boleh ada lagi perundungan (bullying) atau perbedaan perlakuan di antara siswa.
Kesejahteraan Jiwa: Siswa yang cerdas memang penting, tapi siswa yang bahagia dan mentalnya sehat adalah prioritas utama.
Memasuki sesi teknis, suasana semakin interaktif saat Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd.I naik ke panggung. Sebagai sesama praktisi, beliau sangat paham tantangan guru di kelas. Beliau mengajak para guru kelas 3, 4, dan guru olahraga untuk lebih kreatif menghadirkan "cinta" dalam pembelajaran.
"Kalau gurunya mengajar dengan hati, anak-anak akan menerima materi dengan bahagia. Itulah kunci sukses KMA 1503," ujar Bu Istifaizah. Beliau memberikan banyak tips bagaimana menjadi guru yang juga bisa berperan sebagai sahabat bagi para siswa.
Kegiatan hari ini adalah kelanjutan dari suksesnya bimlat sebelumnya di MI NU Hidayatul Mubtadiin. Dan besok, Kamis 12 Februari, estafet perjuangan ini akan berlanjut ke Madrasah Tarbiyatul Wildan Wates untuk merangkul guru kelas 5, 6, dan guru PAI.
Kita semua berharap, melalui pertemuan-pertemuan seperti ini, madrasah di Kecamatan Undaan tidak hanya sekadar menjadi tempat transfer ilmu, tapi menjadi oase yang menyejukkan bagi tumbuh kembang karakter anak-anak kita.
Sampai jumpa di bimlat selanjutnya, dan mari terus mengajar dengan hati!

