Undaan Tengah, Kamis (09 April 2026) – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual begitu terasa dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-68 MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Momentum istimewa ini diperingati melalui kegiatan ziarah ke makam muassis (pendiri) madrasah, yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda
seremonial, melainkan menjadi ruang pembelajaran hidup bagi para siswa untuk
mengenal sejarah, meneladani perjuangan para pendiri, serta menanamkan nilai
adab dalam menuntut ilmu.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Suparno, S.Pd.I yang berlangsung dengan penuh khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Tri Wulan Agustiani cs mengalun merdu, menghadirkan suasana yang menenangkan dan sarat makna.
Prosesi tabur bunga oleh Kepala
Madrasah, para sesepuh, dan ahli waris muassis menjadi momen haru yang
menggambarkan rasa hormat dan terima kasih atas jasa para pendiri. Doa-doa pun
teriring, mengalirkan harapan akan keberkahan yang terus menyertai perjalanan
madrasah.
Memasuki inti kegiatan, khotmil
Qur’an yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Zair, S.Pd.I menjadi simbol
kecintaan terhadap Al-Qur’an, terlebih sebelumnya seluruh bapak/ibu guru telah
mengkhatamkannya. Suasana semakin hidup dengan hadrah Tahlil oleh Bapak KH.
Fatkhur Rohman, S.Pd.I, yang kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil oleh
Bapak K. Ahmad Yunus, S.Pd.I, M.Pd.I. menghadirkan nuansa religius yang
mendalam dan menyentuh hati.
Puncak refleksi tersaji dalam sesi selayang pandang sejarah madrasah yang disampaikan oleh Bapak KH. Ahmad Halim, S.Pd.I. Dengan tutur yang penuh hikmah, beliau tidak hanya mengulas perjalanan panjang MI NU Miftahul Falah, tetapi juga menanamkan nilai fundamental dalam dunia pendidikan pesantren: khidmah kepada guru.
Menguatkan pesan tersebut, beliau
mengutip kalam ulama besar, Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki:
"ثَبَاتُ
الْعِلْمِ بِالْمُذَاكَرَةِ، وَبَرَكَتُهُ بِالْخِدْمَةِ، وَنَفْعُهُ بِرِضَا
الشَّيْخِ"
(Melekatnya ilmu diperoleh dengan
sering mengulang (belajar), keberkahannya didapat dengan berkhidmah, dan
kemanfaatannya diraih dengan ridha guru).
Pesan ini menjadi ruh dalam kegiatan harlah, mengingatkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh adab, ketulusan, serta hubungan batin antara murid dan guru.
Kegiatan kemudian ditutup oleh
Bapak Suparno, S.Pd.I dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para muassis
dan kemajuan bagi madrasah agar terus istiqamah dalam mencetak generasi yang
berilmu, berakhlak, dan berkhidmah.
Peringatan Harlah ke-68 ini
menjadi penegas bahwa MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah tidak hanya berdiri
sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi, pewaris nilai,
dan ladang lahirnya generasi yang siap melanjutkan estafet perjuangan ulama.
Dengan semangat khidmah, madrasah ini melangkah mantap menuju masa depan yang
penuh keberkahan.


